Resmi! Marc Marquez Juara Dunia MotoGP 2018

Valencia – Marc Marquez resmi menjadi juara dunia MotoGP 2018. Dia dianugrahi trofi juara dalam gala FIM MotoGP Awards 2018.

FIM MotoGP Awards 2018 dilangsungkan di Palacio de Congresos, Valencia, beberapa jam setelah digelar MotoGP Valencia. Ini adalah malam penghargaan yang rutin digelar setiap tahun usai seri pamungkas.

Di event ini para kampiun masing-masing kelas bisa mengangkat trofi juara dunia yang sudah mereka raih. Mereka adalah Marc Marquez juara dunia kelas MotoGP, Francesco Bagnaia juara dunia Moto2, dan Jorge Martin jadi yang terbaik di kelas Moto3.

Juga menjadi bintang pada malam penghargaan ini adalah Johann Zarco, yang memenangi gelar pebalap terbaik tim satelit. Sementara Franco Morbidelli meraih penghargaan rookie terbaik MotoGP 2018.

Di kesempatan yang sama Dani Pedrosa dianugrahi status legenda. Pedrosa menyatakan pensiun dari balapan Grand Prix dan MotoGP Valencia menjadi race terakhirnya.

(din/raw)

Lorenzo Ingin Beri Ducati Hadiah Terakhir di MotoGP Valencia

Valencia – Setelah absen di empat balapan, Jorge Lorenzo akan comeback di MotoGP Valencia. Lorenzo ingin tampil sebaik mungkin di balapan terakhirnya untuk Ducati.

Pebalap Spanyol itu akan bergabung Honda Repsol mulai 2019. Lorenzo menjalani dua musim bersama Ducati yang naik turun.

Di musim pertamanya, Lorenzo menjalani periode yang sulit karena gagal memberikan kemenangan bagi pabrikan Italia itu. Tiga podium menjadi hasil terbaik Lorenzo untuk finis di posisi ketujuh klasemen akhir.

Kemenangan pertama Lorenzo bagi Ducati akhirnya tercapai di Italia, dan Catalunya berturut-turut. Juara dunia lima kali tersebut makin menjanjikan usai finis kedua di Republik Ceko, sebelum meraih kemenangan ketiganya di Austria.
Sayangnya, kilap Lorenzo memudar sejak insiden di Aragon yang membuatnya cedera. Disusul kecelakaan di Buriram, Lorenzo mesti melewatkan balapan di Thailand, Jepang, Australia, dan Malaysia.

“Akan jadi balapan yang sangat emosional karena balapan ini akan menutup sebuah bab penting dalam karierku, jadi kita lihat saja,” sahut Lorenzo, dalam konferensi pers prabalapan dilansir Crash.

“Mungkin hujan akan membantu mengurangi tekanan pada cederaku karena aku sedang dalam pemulihan tahap akhir. Aku menantikan untuk menunggangi motorku.”

“Orang pertama yang mesti kutunjukkan sesuatu adalah diriku sendiri, tapi sekalipun aku selalu percaya bisa melaju kencang di atas motor apapun, pertanyaan itu cuma soal waktu saja,” sambung juara dunia MotoGP tiga kali itu.

“Itu hanya soal waktu dan ketika aku memperlihatkan bahwa aku bisa kompetitif untuk memenangi balapan. Sudah pasti, aku tidak dapat mencapai targetku ketika aku tiba di Ducati. Tapi setidaknya ada momen-momen yang sangat baik, yang sangat kunikmati dan aku ingin memberi mereka satu hadiah terakhir dengan memberi sebuah balapan yang bagus di hari Minggu.” (rin/ran)

Dovizioso Sebut Ducati Musim Ini Lebih Tangguh daripada Musim Lalu

Jakarta – Andrea Dovizioso menyebut motor Ducati musim ini lebih tangguh daripada musim 2017. Sekalipun Dovizioso gagal menyaingi Marc Marquez sampai seri terakhir.

Pada musim lalu, rider Italia itu berhasil delapan kali naik podium dengan enam kemenangan. Namun, pada akhirnya Dovizioso harus menyerahkan gelar juara ke tangan Marquez dengan selisih 37 poin.

Sedangkan di musim ini, Dovizioso juga sudah naik di delapan podium, tapi hanya tiga kali menang. Pebalap berusia 32 tahun itu juga tiga kali retired, dan sekali finis di luar zona poin di posisi 18 yang terjadi di Jepang yang memastikan Marquez merengkuh titel juara dunia ketujuh.

Dovizioso percaya statistik tidak mencerminkan performa GP18. Menurut dia, motornya kini sudah lebih konsisten.

“Tahun lalu kami bersaing untuk gelar juara sampai seri terakhir, tapi kami kencang di beberapa sirkuit saja, dan sangat lambat di beberapa sirkuit lain,” ucap Dovizioso kepada Autosport.

“Kami tidak memiliki konsistensi, yang sekarang kami punya,” sahut dia.

“Saat itu, regulasi terkait winglet diubah dan kami tidak punya kejelasan bagaimana beradaptasi dengan perubahan tersebut. Ban-ban juga berubah. Dua elemen itu menyebabkan kebingungan sampai Assen (Juni).”

“Itu yang membedakan, dan mungkin tidak akan terjadi lagi di 2019 karena kami sekarang memiliki basis solid yang lebih baik. Sekalipun berjarak lebih jauh dari Marc dibandingkan pada tahun lalu, kami sekarang jauh lebih baik daripada 2017,” lugas pebalap yang telah memastikan finis runner-up ini.

Saksikan juga video ‘Ketika Dovizioso Start Terdepan di MotoGP Jepang’:

[Gambas:Video 20detik]


Dovizioso Sebut Ducati Musim Ini Lebih Tangguh daripada Musim Lalu

(rin/ran)

Lorenzo Akan Sulitkan Marquez di Musim Depan, Asalkan…

Jakarta – Eks bos Honda Livio Suppo yakin Jorge Lorenzo akan bisa menyaingi Marc Marquez di 2019. Asalkan Lorenzo bisa cepat beradaptasi cepat dengan motor barunya.

Pebalap Spanyol itu akan meninggalkan Ducati untuk menjadi tandem baru Marquez mulai musim depan. Lorenzo mengisi posisi Dani Pedrosa, yang memutuskan gantung helm.

Lorenzo akan kembali menunggangi motor pabrikan Jepang setelah sempat membela Yamaha selama sembilan tahun. Tim yang memberi Lorenzo tiga gelar juara dunia di kelas primer.

Ekspektasi tinggi dibebankan kepada Lorenzo di Honda. Sekalipun, karier Lorenzo di Ducati tidak mulus-mulus amat.

Pebalap berusia 31 tahun itu menghabiskan tahun pertamanya tanpa kemenangan. Baru di musim ini, Lorenzo bisa ‘menjinakkan’ Desmosedici dengan memenangi tiga balapan di Italia, Catalunya, dan Austria. Sayangnya, Lorenzo gagal melanjutkan laju impresifnya akibat serangkaian insiden yang membuatnya harus absen di empat balapan.

“Seperti motor-motor lainnya, motor Honda punya kekuatan dan kelemahan yang berbeda dengan Ducati. Kita akan melihat seberapa lama Jorge beradaptasi. Dia cukup lama (beradaptasi) dengan Ducati karena dia datang dari motor yang sangat berbeda, dari Yamaha,” ucap Suppo dikutip GPOne.

“Honda dan Ducati mungkin lebih mirip, dan dia cuma akan sedikit kesulitan. Namun, toh akan tetap sulit mengalahkan Marquez, sudah pasti.”

“Jorge sangat konsisten di Yamaha, jadi kalau dia bisa cepat beradaptasi dengan motornya dia akan menjadi rekan setim yang menyulitkan. Aku yakin fans tidak sabar lagi menunggu musim baru dimulai,” dia menambahkan.

Lorenzo akan menjajal Honda untuk pertama kalinya di tes resmi usai balapan terakhir di Valencia.

Saksikan juga video: Lorenzo Kecelakaan Parah hingga Motornya ‘Terbelah’

[Gambas:Video 20detik]

Lorenzo Akan Sulitkan Marquez di Musim Depan, Asalkan...

(rin/raw)

Tentang Ribut-Ribut Andrea Dovizioso dengan Jorge Lorenzo

Kuala Lumpur – Tensi meninggi di paddock Ducati. Dua pebalapnya, Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo, dilaporkan berseteru. Ada apa?

Semua berawal dari komentar Dovizioso, ketika ditanya Sky Italia terkait absennya Lorenzo di MotoGP Malaysia usai kualifikasi. Di Sepang, Lorenzo mundur dari race meski sempat menjalani dua kali sesi latihan bebas.

“Saya tidak tahu detailnya, saya tidak mau ikut campur, ini situasi yang aneh. Ini sering terjadi di Ducati atau pebalap tertentu, tapi saya tidak mengerti dan tidak mau mengurusinya dan memberikan pendapatnya. Saya tidak mengurusinya, itu bukan masalah saya,” kata Dovizioso.

Potongan ucapan Dovi itu dibalas oleh Jorge Lorenzo di Twitter. Rider asal Spanyol tersebut menyindir rekannya iri dan tidak menganggapnya sebagai juara dunia.

Usai balapan di Malaysia, Dovizioso pun ditanya kembali soal komentar Lorenzo tersebut. Kali ini, Dovizioso menjawabnya dengan nada sedikit tinggi.

“Kenapa saya harus membicarakan Lorenzo? Saya tidak punya waktu untuk itu. Dia membuat kesalahan dengan menganggap terlalu penting apa yang tertulis, bahkan tidak pada konteksnya,” kata Dovizioso seperti dilansir Autosport.

“Saya tidak menyalahkan siapa pun dan saya tidak punya masalah dengan Lorenzo,” lanjut Dovi, yang finis keenam di Sepang.

Kejadian itu membuat Ducati akhirnya turun tangan. Pabrikan asal Italia itu akan menggelar pembicaraan dengan kedua pebalap untuk meluruskan masalahnya.

“Pada Selasa kami akan bersama di Milan, untuk EICMA [pameran motor] dan kami ada niat untuk menghabiskan setengah jam duduk dan berbicara dengan Jorge dan Andrea. Kami ingin menghindari hal serupa atas apa yang terjadi akhir pekan lalu,” terang direktur olahraga Ducati Paolo Ciabatti.

“Saya mengerti situasi semacam ini bisa terjadi. Kadang pebalap menjadi gugup selama akhir pekan grand prix, hujan pula, dengan kondisi yang rumit, kadang-kadang mereka mengatakan hal-hal yang seharusnya tidak mereka katakan,” jelasnya. (yna/din)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Vinales Memang Tak Bisa Saingi Marquez dan Rossi di Sepang

Sepang – Maverick Vinales gagal mengulang performa terbaiknya di Sepang kemarin. Vinales mengakui kalau dia kalah cepat ketimbang Marc Marquez dan Valentino Rossi.

Vinales menjalani akhir pekan yang kurang menyenangkan ketika dia cuma start dari posisi ke-11 karena bermasalah pada sesi kualifikasi. Setelah itu, Vinales mampu bangkit sepanjang balapan meski tetap tak mampu bersaing di barisan terdepan dan cuma finis keempat.

Sementara, balapan di Malaysia dikuasai oleh Rossi dan Marquez yang saling bersaing, sebelum akhirnya Rossi terjatuh di empat lap terakhir untuk memuluskan jalan rivalnya itu menuju podium teratas.

Vinales mengakui kalau dia memang kalah cepat ketimbang Rossi dan Marquez yang begitu dominan sepanjang balapan. Trek yang basah disebut jadi penghalang.

“Jika saya saya mampu memotong waktu per lap di bawah dua menit, mungkin saya bisa menang, tapi hari ini (balapan kemarin -red) mustahil melakukannya,” ujar Vinales seperti dikutip Autosport.

“Treknya sangat basah, bahkan saya sangat sulit untuk mencatat waktu 2 menit,” sambungnya.

“Saya kehilangan grip di ban saat empat lap tersisa. Ban saya sudah hancur. Tapi saya senang kami bisa tampil konsisten di sini.”

“Kesempatan naik podium hilang begitu saja, tapi saya senang bisa sedemikian dekat dengan Rins dan Zarco pada akhirnya. Saya sudah melakukan yang terbaik.”

Wajar jika Vinales menyesali performa buruknya mengingat dia tampil hebat sepekan sebelumnya saat menang di Australia. Kemenangan itu sekaligus menyudahi puasa panjang kemenangan. Dua performa top beruntun Yamaha diakui Vinales jadi pertanda bahwa mereka siap bersaing lagi musim depan.

“Hebat tentunya untuk Yamaha bisa menang di Philip Island dan kini giliran Rossi ada di depan (sebelum crash). Sangat bagus untuk menaikkan kepercayaan diri mereka,” tutup Vinales.

(mrp/raw) IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Sanjungan Tinggi Lorenzo untuk Rossi

Valentino Rossi gagal menuntaskan penampilan solidnya di MotoGP Malaysia dengan jadi juara. Meski crash, The Doctor dapat sanjungan tinggi dari Jorge Lorenzo.

Valentino Rossi menunjukkan penampilan terbaiknya musim ini saat dia memimpin balapan selama 15 lap pada MotoGP Malaysia. Langsung melesat seusai start, The Doctor berhasil terus menjaga jarak aman dengan Marc Marquez yang kesulitan mendekatinya dari posisi dua.

Rossi tampil sangat konsisten dari lap ke lap. Catatan waktunya juga konstan, yang membuat rider asal Italia itu berdiri di ambang kemenangan pertamanya.

Tapi sebuah kesalahan dibuat Rossi saat balapan tinggal menyisakan empat putaran lagi. Di tikungan pertama dia terjatuh. Rossi pada akhirnya bisa melanjutkan race, tapi hanya bisa finis di urutan 18.

Penampilan Rossi yang konsisten dapat pujian tinggi dari Jorge Lorenzo. Apalagi itu terjadi di Sirkuit Sepang, trek yang diketahui paling menuntut kekuatan fisik pebalap karena suhu udara dan kelembabannya.

“Terlepas dari kecelakaannya, saya tak pernah melihat Rossi sebegitu konsisten terhadap SBOBET, lebih dari 10 lap dia bisa mencatatkan waktu 1/10 detik di trek paling panas dan panjang, itu membuat saya terkesan. (Sementara) beberapa orang bilang kalau dia mulai terpengaruh umurnya pada beberapa balapan terakhir,” tulis Lorenzo di akun Twitternya.

Rossi sudah setahun lebih tak meraih kemenangan di MotoGP. Kali terakhir dia naik podium teratas adalah di MotoGP Belanda 2017.

Terhadap pujian dari mantan rekan setimnya, Rossi membalas dengan mengucap terimakasih.

Saksikan Live Streaming MotoGP Malaysia di detikSport Siang Ini

Jakarta – MotoGP 2018 tinggal menyisakan dua seri termasuk di Malaysia pekan ini. Meski gelar juara dunia sudah dikunci, ada persaingan sengit antara tiga pebalap.

MotoGP Malaysia digelar di sirkuit Sepang, Minggu (4/11/2018) siang WIB. Gelar juara dunia seperti diketahui sudah tak tersedia lagi, karena sudah dikunci Marc Marquez sejak di Jepang.

Namun dua seri terakhir ini masih akan menyajikan pertarungan sengit lainnya, terkait perebutan posisi runner-up. Tiga pebalap berebut posisi ini, yakni Andrea Dovizioso, Valentino Rossi, dan Maverick Vinales.

Ketiganya saat ini dalam jarak 30 poin. Dovizioso sementara ada di posisi dua dengan 210 poin, disusul Rossi dengan 195 poin, dan Vinales dengan 180 poin.

Balapan diperkirakan akan berjalan ketat, terlebih setelah Marquez yang seharusnya start dari pole dihukum penalti enam grid. Marquez pun akan memulai dari posisi tujuh.

Johann Zarco mengambil alih posisi terdepan, disusul Rossi, dan Andrea Iannone. Dovizioso di posisi empat, sementara Vinales ada di tempat ke-11 menyusul sesi kualifikasi yang diganggu hujan.

Aksi para pebalap di MotoGP Sepang bisa disaksikan secara live streaming di detikSport. Live streaming MotoGP bisa disakikan pada link berikut ini saat balapan berlangsung nanti.

Jadwal Live Streaming MotoGP Malaysia

Minggu (4/11/2018)
Race MotoGP pukul 12:00 WIB (raw/rin)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Lorenzo Akhirnya Mundur dari MotoGP Malaysia

Sepang – Rider Ducati Jorge Lorenzo akhirnya memutuskan mundur dari balapan MotoGP Malaysia. Lorenzo akan digantikan Michele Pirro mulai latihan bebas ketiga.

Lorenzo masih menjalani pemulihan pasca menjalani operasi pergelangan tangan, cedera yang dialaminya di MotoGP Thailand. Cedera itu memaksanya absen di balapan tersebut, di Jepang, juga di Australia.

Pebalap Spanyol itu mencoba berpartispasi untuk balapan di Malaysia akhir pekan ini. Namun, Lorenzo belum 100 persen sehingga meraih hasil buruk di dua latihan bebas pertama dengan finis di urutan paling belakang.

“Situasinya sulit. Aku merasa frustrasi karena aku tidak menyangka ini. Faktanya aku ingin berada di Sepang dengan situasi yang lebih baik karena aku menyukai treknya dan Ducati selalu kompetitif di sini,” ucap Lorenzo usai latihan bebas, Jumat (2/11/2018).

“Ketika aku tidak balapan, aku tidak merasa kesakitan. Masalahnya adalah rasa sakitnya terasa sangat kuat saat mengerem. Faktanya di Sepang, aku tidak bisa memaksa mengerem dan terlalu lambat untuk mengubah arah.”

Dengan kondisinya itu, Lorenzo kemudian mengambil keputusan untuk absen di sisa balapan ini hanya beberapa jam jelang latihan bebas ketiga dimulai Sabtu (3/11) pagi WIB.

Lorenzo akan berharap bisa berada kembali di seri terakhir di Valencia, yang menjadi balapan terakhirnya untuk Ducati sebelum pindah ke Repsol Honda tahun depan.

(rin/rin) IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Titel Juara ke-10 Bukan Alasan Rossi Terus Membalap

Sepang – Valentino Rossi masih dibuat penasaran dengan gelar juara dunia kesepuluh. Namun, bukan itu alasan Rossi terus balapan di usia yang tak lagi muda.

Rider Yamaha itu sudah mengoleksi sembilan gelar juara dunia balap motor di seluruh kelas. Di kelas primer sendiri, Rossi telah mendulang tujuh titel yang terakhir kali didapat pada 2009.

Rossi hanya terpaut satu gelar untuk menyamai legenda Italia Giacomo Agostini. Alhasil, tidak sedikit yang menyangka bahwa Rossi ngebet ingin menyamai rekor Agostini sekalipun usianya sudah mendekati 40 tahun.

Kontrak barunya dengan Yamaha menandai bahwa Rossi masih akan beraksi di atas lintasan balap sampai usia 41 tahun. The Doctor belum tentu akan berhenti.
“Aku sudah teken kontrak dua tahun, tapi aku belum memutuskan apakah itu akan menjadi kontrak terakhirku atau tidak,” ucap Rossi dikutip GPOne. “Ada hal-hal tertentu yang tidak kupikirkan sebelumnya.”

“(Titel juara kesepuluh) cuma angka-angka saja, tidak terlalu penting. Aku akan mengatakan bahwa sekalipun aku sudah memenanginya, aku masih akan terus balapan.”

“Aku akan senang untuk bisa juara lagi, tentu saja, tapi tujuan utamaku balapan adalah untuk bersenang-senang dan memenangi banyak balapan,” imbuh dia.

(rin/raw)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Dovizioso: Pertarungan dengan Rossi Belum Selesai

Jakarta – Andrea Dovizioso percaya persaingannya dengan Valentino Rossi belum selesai. Meskipun Dovizioso kini unggul 15 poin menuju dua balapan terakhir.

Rider Ducati itu saat ini mengoleksi 210 poin setelah finis keempat di MotoGP Australia. Sementara, Rossi, yang finis dua posisi di belakang Dovizioso, meraih 195 poin.

Rossi start di posisi ketujuh tapi justru menyudahi balapan dengan selisih lebih dari lima detik di belakang Maverick Vinales, yang tampil sebagai pemenang. Sedangkan Dovizioso start kesembilan tapi melakoni balapan dengan cukup oke usai terpaut 1,8 detik dari rider Yamaha itu. “Rossi melewatkan kesempatan terbaiknya untuk meraih hasil sebaik mungkin. Jadi merupakan hal positif aku bisa finis di depan dia,” ucap Dovizioso dikutip dari Autosport.

“Aku menjauh sedikit dari Rossi, tapi satu kesalahan bisa mengubah segalanya. Mungkin aku bisa saja memenangi balapan, tapi kalau aku jatuh sementara dia di belakangku, dia bisa menyalipku di klasemen.”

“Aku tidak ingin bilang bahwa persaingan ini sudah berakhir,” simpul rider Italia itu.

Persaingan Dovizioso dan Rossi akan berlanjut di MotoGP Malaysia akhir pekan ini. Dovi didukung rekor mentereng dengan memenangi dua edisi terakhir, sedangkan Rossi belum lagi naik podium tertinggi di Sepang sejak juara pada 2008.

(rin/raw)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Iannone Takkan Pernah Pahami Keputusan Suzuki Melepasnya

Jakarta – Andrea Iannone berjasa atas hasil-hasil oke Suzuki di musim ini. Iannone menyesalkan keputusan Suzuki melepasnya.

Mulai 2019, Iannone akan membalap untuk KTM. Suzuki memilih mempromosikan pebalap Moto2 Joan Mir, untuk bertandem dengan Alex Rins.

Iannone memang menjalani musim 2017 yang buruk di mana dia sembilan kali gagal membawa pulang poin karena retired ataupun finis di luar zona poin. Yang utama, kegagalan itu disebabkan oleh spesifikasi mesin yang salah.

Kerja keras Iannone mengembangkan motor Suzuki akhirnya berbuah di musim ini. Pabrikan Jepang itu sukses mendulang tujuh podium – Iannone empat, sedangkan Alex Rins tiga.
“Aku tidak tahu dan aku tidak akan pernah memahaminya, sulit dikatakan,” jawab Iannone dilansir Autosport. “2017 memang tahun yang rumit baik untuk kami dan mereka membuat keputusan itu.”

“2018 berjalan berbeda. Kupikir aku sudah memperlihatkan banyak kemajuan, terutama ketika material yang berkaitan dengan permintaanku tiba, hasil-hasil yang kuperoleh dan Rins mulai membaik.”

“Aku menyesal karena kupikir bahwa setelah tahun yang buruk seperti 2017, aku telah memberi indikasi-indikasi penting dan aku telah mengembangkan motor,” keluh eks pebalap Ducati itu.

“Masih ada beberapa aspek untuk ditingkatkan, tapi sekarang bukan lagi aku yang menentukan ke mana tujuan kami. Aku cuma bekerja untuk balapan di akhir pekan, tapi kurasa andai kami melanjutkan bekerjasama kami bisa saja melakukan hal yang lebih.” (rin/yna)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Canda Marquez Soal Nol Poin di MotoGP Australia

Phillip Island – Untuk kali keempat dalam enam musim terjun di MotoGP, Marc Marquez gagal dapat poin di MotoGP Australia. Dia tak mempermasalahkan hal itu, asal dengan satu catatan.

Sejak turun di kelas MotoGP, Marquez sudah enam kali tampil di MotoGP Australia. Dari seluruh kesempatan tersebut empat kali dia sama sekali gagal dapat poin.

Setelah didiskualifikasi pada 2013, dia gagal menuntaskan balapan di 2014. Kondisi serupa terjadi di 2016 dan 2018.

Namun pada dua kesempatan lainnya di saat bisa dapat poin, Marquez selalu meraup angka malsimal alias jadi juara. Itu terjadi di 2015 dan 2017.

Atas kegagalan finis di musim 2018 ini Marquez tak bisa berbuat banyak. Motornya mengalami kerusakan parah setelah dihajar dari belakang oleh Johann Zarco.

Marquez tentu saja kecewa gagal dapat poin. Tapi karena sudah jadi juara dunia, nol poin di Phillip Island tak memberi pengaruh sbobet indonesia apa-apa lagi. Malah Marquez tak keberatan tahun depan gagal dapat poin lagi di tempat yang sama, asal titel juara dunia sudah lebih dulu didapat.

“Sebuah ketidakberuntungan kami tidak dapat poin di Phillip Island. Tapi jika tahun depan kami bisa mengunci titel juara dunia di Jepang lagi dan kembali DNF (gagal finis) di sini, saya akan menerimanya,” ucap Marquez dikutip dari situs resmi HRC.

Ketidakberuntungan di Australia harus secapatnya dilupakan Marquez karena dalam enam hari ke depan dia sudah ditunggu balapan lain di Malaysia.

“Sekarang saatnya fokus ke balapan selanjutnya,” tegas Marquez.

 

Air Mata Vinales di Australia

Phillip Island – Maverick Vinales memenangi balapan MotoGP Australia. Vinales pun tak kuasa menahan tangis begitu balapan usai mengingat betapa krusialnya kemenangan ini.

Pada balapan MotoGP seri ke-17 yang dihelat di sirkuit Phillip Island, Minggu (28/10/2018) siang WIB, Vinales yang start dari posisi kedua mengawalinya dengan kurang mulus. Vinales sempat terlempar ke posisi ke-10 di awal-awal balapan.

Namun, Vinales perlahan mampu memperbaiki posisinya dan sudah ada di barisan depan ketika lima lap berlalu. Insiden Johann Zarco dan Marc Marquez boleh dibilang sangat membantu sehingga Vinales bisa membuntuti Andrea Dovizioso di lap ketujuh.

Satu lap setelahnya, Vinales dengan cepat mampu menyalip rivalnya asal Ducati itu dan kemudian mempertahankan posisi terdepan hingga akhir balapan. Begitu melintasi garis finis, Vinales tak bisa menyembunyikan kebahagiannya memenangi balapan di Australia ini.

Pasalnya, Vinales sudah menantikan kemenangan itu sejak lama karena dia terakhir kali menang adalah di Le Mans tahun lalu atau tepatnya sudah puasa kemenangan di 29 balapan! Waktu satu setengah tahun bukan waktu yang singkat bagi Vinales.

Terlebih, kemenangan ini Vinales ini juga jadi yang pertama untuk Yamaha selepas 25 balapan berlalu. Tim Garpu Tala itu terakhir kali menang saat Valentino Rossi naik podium pertama di GP Belanda Juni lalu.

“Rasanya luar biasa. Jujur, balapan di sini sangat sulit untuk saya,” ujar Vinales seperti dikutip Yahoosports.

“Saya tidak percaya saya bisa menang tapi motornya begitu sempurna hari ini dan saya hanay berusaha sebaik mungkin. Tim memberikan motor untuk saya menang di sini. Itulah targetnya dan tentu saja saya menangis ketika melintasi garis finis,” lanjut Vinales.

“Saya membutuhkan kemenangan ini, kami butuh kemenangan ini, Yamaha membutuhkannya. Musim ini begitu sulit. Semoga kemenangan ini bisa memotivasi kami tampil lebih baik musim depan,” sambungnya.

(mrp/mrp) IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Kecelakaan, Crutchlow Absen di MotoGP Australia

Phillip Island – Cal Crutchlow tak akan berpartisipasi di MotoGP Australia. Kecelakaan hebat yang dia alami di sesi latihan bebas memaksanya harus menjalani operasi.

Crutchlow terjatuh dengan hebat dari motornya pada tikungan pertama sesi latihan bebas kedua MotoGP Australia. Usai kecelakaan tersebut dia langsung dibawa ke klinik sirkuit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Tak lama berselang, tim medis Sirkuit Phillip Island mengeluarkan pernyataan kalau Crutchlow mengalami retak tulang tibia di pergelangan kaki kanan dan patah bimalleolar.

Dikutip dari Crash, rider asal Inggris itu kemudian langsung dibawa ke rumah sakit di Melbourne untuk ‘secepatnya menjalani operasi’. Dia pun dipastikan abse pada MotoGP Australia, Minggu (28/10/2018) lusa.

Dengan seri berikutnya di Malaysia hanya berselang sepekan, Crutchlow diragukan akan bisa tampil di Sepang.

(din/din) IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Tekad Rossi Kalahkan Dovizioso di MotoGP Australia

Phillip Island – Valentino Rossi akan bertarung memperebutkan status runner-up dengan Andrea Dovizioso. Untuk itu, Rossi mesti mengalahkan Dovizioso di MotoGP Australia.

Setelah Dovizioso jatuh di Motegi, Jepang jarak kedua pebalap di klasemen semakin dekat. Rossi yang duduk di posisi ketiga dengan koleksi 185 poin, kini hanya tertinggal sembilan angka dari pebalap Ducati itu.

MotoGP Australia menjadi momentum bagi Rossi. Pasalnya, sudah delapan tahun sejak Ducati terakhir naik podium tertinggi di Phillip Island yang dicapai Casey Stoner.

Phillip Island menjadi lintasan yang paling sulit ditaklukkan Dovizioso. Sejak bergabung Ducati pada 2013, pebalap Italia itu paling bagus hanya finis keempat, bahkan pada musim lalu cuma berada di urutan 13.

Sedangkan Rossi, punya rekor oke. Rider Yamaha itu hanya sekali gagal finis podium dalam lima balapan di sana. Bahkan selalu finis runner-up dalam dua tahun terakhir.

Rossi saat ini sedang mencoba memutus puasa podium, usai yang terakhir di Sachsenring. Mengingat berbagai masalah di motor Yamaha, bisakah Rossi mengalahkan Dovizioso?

“Peluangku kecil (finis kedua),” aku Rossi dilansir GPOne. “Tapi untuk mencapainya, aku harus mengalahkan Andrea di Phillip Island.”

“Lintasan di sini cukup bagus untukku, setidaknya di atas kertas. Tahun lalu Dovi dan (Jorge) Lorenzo menderita. Juga benar bahwa Ducati tidak menderita di lintasan apapun pada musim ini.”

(rin/yna)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Operasi Pergelangan Tangan Lorenzo Berjalan Sukses

Barcelona – Rider Ducati Jorge Lorenzo baru saja menjalani operasi pergelangan tangan. Lorenzo kini mulai proses pemulihan dalam usahanya untuk balapan di MotoGP Malaysia.

Lorenzo menderita retak pergelangan tangan kiri usai jatuh di sesi latihan bebas di Buriram sehingga harus absen balapan MotoGP Thailand. Sekalipun bisa berangkat ke Motegi, pebalap Spanyol itu pada akhirnya melewatkan MotoGP Jepang setelah melahap dua putaran di latihan bebas pertama.

Cedera Lorenzo itu juga tidak memungkinkan dia untuk balapan di Australia, akhir pekan ini. Alhasil, Lorenzo memilih untuk terbang ke Barcelona guna menjalani operasi yang dilakukan oleh dokter Xavier Mir, ahli bedah yang kerap menangani pebalap-pebalap MotoGP.

Operasi itu dilakukan pada Selasa (23/10/2018) dan hari ini (24/10) Lorenzo sudah keluar dari rumah sakit. Eks pebalap Yamaha itu kembali ke rumahnya di Lugano untuk memulihkan diri. Demikian diwartakan Autosport.

Juara dunia lima kali itu berharap akan bisa kembali ke atas lintasan balap Sirkuit Sepang, 4 November.

Akan tetapi, andai kondisinya tidak ada perkembangan signifikan Lorenzo sangat mungkin absen lagi. Lorenzo akan fokus di seri terakhir di Valencia, yang menandai penutup kariernya bersama Ducati.

(rin/nds) IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Marquez Kini Bidik Triple Crown

Phillip Island – Rider Repsol Honda Marc Marquez tak puas usai mengunci gelar juara dunia MotoGP 2018. Kini, Marquez mulai perburuan untuk mencapai triple crown.

Sukses Marquez memenangi MotoGP Jepang di akhir pekan memastikan titel juara ketujuhnya. Dengan raihan 25 poin, Marquez saat ini sudah mengantongi 296 poin unggul 102 poin dari rival terdekatnya, Andrea Dovizioso dan 111 poin dari Valentino Rossi.

Laju apik Marquez turut memengaruhi klasemen pabrikan dan tim. Honda juga memuncaki klasemen pabrikan usai memperoleh 331 poin, mengungguli Ducati [284] dan Yamaha [231]. Situasi serupa terjadi di klasemen tim di mana Repsol Honda memimpin dengan 391 poin, 51 poin lebih banyak dari Movistar Yamaha dan 67 poin dari Ducati.

Kejuaraan musim ini tinggal menyisakan tiga seri. Mulai dari MotoGP Australia, Marquez memulai misi melengkapi kesuksesannya.

“Perasaan yang menyenangkan tiba di Australia dengan titel juara yang sudah dimenangi, dan aku benar-benar menantikan untuk menikmati akhir musim,” Marquez mengatakan dikutip GPOne.

“Tentu saja, masih ada titel pabrikan dan titel tim untuk dipikirkan. Jadi kami akan mencoba menjaga level performa yang sama dan memenangi lebih banyak balapan untuk mencapai target-target itu juga, karena mereka juga penting untuk kami dan Honda.”

Dalam lima tahun terakhir, Marquez memenangi balapan di Phillip Island dua kali, lebih banyak daripada pebalap-pebalap lain. Marquez mengharapkan cuaca cerah.

“Aku suka sekali dengan Phillip Island; lintasan cepat dan selalu menampilkan duel-duel yang panjang sehingga menjadi tontonan menarik bagi fans,” sambung pebalap Spanyol itu.

“Kuharap cuacanya bagus karena di sana bisa tiba-tiba berubah dari cerah dan hangat menjadi dingin dan berangin hanya dalam beberapa jam saja. Bagaimanapun, kita lihat saja deh, kami sepenuhnya akan berusaha untuk di posisi depan dan bersenang-senang,” simpul Marquez. (rin/nds)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Kunci Marquez Juarai MotoGP 2018: Kemenangan di Jerez dan Le Mans

Motegi – Marc Marquez memastikan gelar juara MotoGP 2018 lebih awal. Rider Repsol Honda itu mengungkapkan bahwa momen kuncinya ada di balapan Spanyol dan Prancis.

Marquez memenangi MotoGP Jepang untuk meraih titel ketujuh di seluruh kelas balap motor. Pebalap Spanyol itu terbantu dengan jatuhnya sang rival terdekat, Andrea Dovizioso, saat balapan tinggal menyisakan dua putaran saja.

Alhasil, Marquez kini mengoleksi 296 poin unggul 102 poin dari pebalap Ducati itu. Mengingat kejuaraan hanya menyisakan tiga balapan, perolehan angka Marquez mustahil terkejar.

Dovizioso dan Ducati lebih diwaspadai Marquez setelah bersaing sengit pada 2017. Pada musim ini, Dovi memulai dengan baik usai memenangi seri pertama di Losail. Namun, Marquez tampil konsisten nyaris di sepanjang kejuaraan.

Marquez naik podium empat dari lima seri pertama, termasuk hat-trick kemenangan di Austin, Jerez, dan Le Mans. Dovizioso justru dua kali retired di Jerez dan Le Mans, serta gagal naik podium di Rio Hondo serta Circuit of the Americas. Sementara itu, Jorge Lorenzo masih menjalani karier yang sulit di awal tahun dan baru menanjak setelah menang di Mugello dan Catalunya.

Dari periode tersebut, Marquez sudah memiliki 95 poin sedangkan Dovizioso 46 poin. Jarak yang lebar ditambah dengan konsistensi Marquez, Desmosedici yang dianggap sebagai motor terbaik musim ini pun tidak sanggup membendung laju pebalap 25 tahun itu.

“Jelas bagiku bahwa sejak awal Ducati – baik motor dan tim – adalah lawan yang mesti dikalahkan dalam perebutan gelar juara,” ungkap Marquez, dilansir dari Speedweek.

“Kupikir poin-poin pentingnya di Jerez dan Le Mans. Aku memenangi dua balapan itu sedangkan Dovi dan Lorenzo jatuh dan tidak meraih satu angka pun dan tidak mendulang poin yang cukup. Sejak aku bisa memperlebar jarak – ketika Anda memiliki gap yang besar, segalanya lebih mudah. Kupikir itu adalah momen kunci musim ini.

“Dan kemudian tentu saja karena aku kencang di semua lintasan, dan ketika balapan sulit aku mampu finis kedua atau ketiga,” simpul Marquez.

(rin/din)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Sudah 7 Titel Juara, Marquez Mau Lebih Banyak Lagi

Motegi – Tujuh gelar juara dunia belum memuaskan Marc Marquez. Pebalap Honda Repsol ini mengaku masih berambisi menambah koleksi gelarnya.

Marquez memenangi balapan MotoGP Jepang untuk memastikan gelar juara dunia MotoGP 2018. Dengan meraup 296 poin, pebalap Spanyol itu tidak terkejar lagi oleh rival terdekatnya Andrea Dovizoso. Kedua pebalap berjarak 102 poin, sedangkan kejuaraan tinggal menyisakan tiga seri.

Gelar tahun ini menjadi titel juara ketujuh Marquez di sepanjang kariernya. Di kelas MotoGP sendiri, pebalap berusia 25 tahun itu kini memiliki lima gelar, yang empat gelar sebelumnya diperoleh di 2013, 2014, 2016, dan 2017. Sedangkan dua lainnya didapat Marquez di kelas 125 cc (2010) dan Moto2 (2012).

Lima gelar MotoGP itu mensejajarkan Marquez dengan pebalap legendaris Australia, Mick Doohan. Marquez hanya berjarak dua gelar dari Valentino Rossi (7) dan Giacomo Agostini (8), yang menempati posisi dua teratas pemegang gelar terbanyak di kelas primer.
Mengingat usianya yang masih muda, ambisi Marquez masih berpotensi diwujudkan. “Aku tidak pernah berpikir tentang rekor-rekor karena setiap musim berbeda,” ucap dia dilansir Crash. “Tapi aku masih punya kontrak dua tahun dengan Honda dan dua tahun itu, aku akan mencoba bersaing memperebutkan gelar juara.

“Di pramusim, aku akan bekerja untuk memburu titel juara lagi dan begini caranya. Aku tahu bahwa aku akan memiliki tekanan, seperti pebalap-pebalap top lainnya, tapi semua pebalap top juga bekerja untuk memenangi kejuaraan.”

“Kalau Anda finis kedua, memang masih musim yang bagus tapi targetnya tidak tercapai. Selama aku di sini, aku akan mencoba menambah gelarku,” lugas Marquez. (rin/cas)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Target Marquez di MotoGP Jepang: Naik Podium, tapi Kalau Bisa Menang

Motegi – Marc Marquez start dari posisi enam pada MotoGP Jepang. Berada cukup jauh dari Andrea Dovizioso, Marquez berharap dia tetap bisa memburu kemenangan

Gara-gara terjatuh di latihan bebas keempat, Marc Marquez tak mampu meraih hasil bagus saat kualifikas MotoGP Jepangi. Dia terpaksa berganti motor dengan setelan yang berbeda, yang membuatnya jadi tak maksimal.

Marquez pada akhirnya hanya bisa mendapat posisi start enam. Ada lima pebalap yang menyelingi dia dengan Andrea Dovizioso yang merebut pole position.

Tak memuaskan di kualifikasi, Marquez berharap dia paling tidak bisa naik podium pada MotoGP Jepang yang dilangsungkan Minggu (21/10/2018) siang WIB.
Tapi kalau bisa, dia mau menang sekalian. Honda disebut Marquez punya kans untuk menang karena mereka punya kecepatan yang dibutuhkan.

“Meski begitu, kami tahu kalau kecepatan kami bagus untuk besok dan kami senang dengan kondisi itu. Kami akan mencoba memulai balapan dengan baik lalu kita lihat saja di mana saya akan berada setelah satu lap,” ucap Marquez.

“Setelah itu kami akan mencoba mengatur balapan dengan baik, dengan target naik ke podium, dan jika mungkin bertarung meraih kemenangan,” lanjut dia dikutip dari Honda Racing Corporation.

Marquez berpeluang mengunci titel juara dunia 2018 pada balapan MotoGP Jepang, Minggu (21/10/2018) siang WIB. Untuk meraihnya, Marquez harus menjaga keunggulan poin atas Dovizioso di atas 75.

(din/fem) IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Rossi: Bukan Hari yang Bagus untuk Mengetahui Situasi Yamaha

Jakarta – Hujan mengganggu hari pertama MotoGP Jepang. Cuma melaju di kondisi kering pada sesi pertama, Valentino Rossi belum mendapat gambaran jelas situasinya.

Rossi berada di posisi sembilan pada sesi pertama di sirkuit Motegi, Jumat (19/10/2018) pagi WIB. Catatan waktu terbaiknya adalah satu menit 46,329 detik, yang berjarak 0,971 detik dari Andrea Dovizioso di posisi terdepan.

Hujan lantas membuat sesi kedua berjalan dalam kondisi basah, sehingga mengganggu para rider untuk memoles setelan motor. Rossi tetap turun ke lintasan untuk coba menggali informasi. Dia finis di posisi 14 pada sesi ini.

Rossi mengakui kondisi hari pertama tak ideal untuk mendapatkan gambaran di mana posisi timnya. Namun fakta bahwa Maverick Vinales dan Johann Zarco cukup kompetitif –finis kelima dan ketiga– pada sesi pertama diakui jadi sinyal positif.

“Ini adalah hari yang sulit untuk kami mendapatkan gambaran yang jelas. Karena hari ini bukanlah hari yang sempurna untuk mendapatkan pemahaman atas situasi kami,” ujar Rossi dikutip Crash.

“Untungnya sesi pagi berjalan kering, jadi kami bisa sedikit bekerja. Tapi laju saya tak fantastis. Namun di sisi lain, Maverick dan Zarco cukup tangguh, juga memperhatikan lajunya. Jadi ini bagus untuk Yamaha,” imbuhnya.

(raw/raw)IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Kesempatan Hat-trick, Marquez Juga Berpeluang Kunci Gelar Juara di Jepang

Motegi – Marc Marquez memastikan dua gelar juara dunia di MotoGP Jepang. Akankah Marquez menyegel titel MotoGP tahun ini, sebagai gelar kelimanya, di sana?

Keunggulan 77 poin atas Andrea Dovizioso melapangkan jalan Marquez untuk menggenggam gelar juara dunia MotoGP musim ini. Sebuah kemenangan sudah cukup bagi Marquez untuk mengunci gelar juara. Adalah MotoGP Jepang di Motegi pada 21 Oktober sebagai ajang terdekat untuk menahbiskan gelar juara itu. Bahkan, andaikata tidak menang pun, peluang Marquez untuk menjadi juara terbuka asal finis di depan rider Ducati itu.

Marquez memiliki kenangan manis di Motegi. Sepanjang kariernya, Motegi dua kali menjadi ‘saksi’ Marquez memenangi titel juara. Yang pertama, pada 2014. Ketika itu, Marquez start dari urutan keempat mampu finis kedua di belakang Jorge Lorenzo untuk memastikan gelar juara dunia kedua berturut-turut.

Dua tahun berselang, Jepang kembali menjadi saksi Marquez meraih titel MotoGP ketiganya. Balapan lebih mudah bagi Marquez karena dua pesaingnya Valentino Rossi dan Maverick Vinales sama-sama crash di putaran awal.

Marquez mengungkapkan bahwa dia tidak memaksa harus juara di Jepang. Sebab, masih akan ada tiga balapan sisa.

“Perasaanku di sini kurang lebih sama (dengan yang sudah-sudah) dan tentu saja, mungkin 2014 adalah cara terbaik untuk menang di sini karena situasinya sedikit lebih baik. Pasalnya sedikit lebih sulit di 2016, tapi ketika itu sesuatu yang kami tidak sangka dan segalanya terjadi pada hari Minggu,” sahut Marquez dalam konferensi pers dikutip Crash.

“Aku memenangi balapan dan kedua rider Yamaha jatuh. Jadi, itu adalah sesuatu yang tidak biasa,” kata dia.

“Tapi, hal itu terjadi dan tahun ini kami akan mencoba untuk mengulanginya, tapi ini kan bukan balapan terakhir – bukan balapan di Valencia dan rasanya tidak sama seperti tahuun lalu di Valencia ketika itu adalah peluang terakhir, kesempatan terakhir,” ujar dia.

“Di sini, Anda perlu tahu bahwa Anda perlu fokus untuk memenangi balapan; Anda bisa mengambil lebih banyak risiko atau memakai cara lain karena Anda memiliki lebih banyak kesempatan di balapan-balapan berikutnya,” Marquez menambahkan.

(rin/cas)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Saatnya Rossi Buktikan Kebangkitan Yamaha di MotoGP Jepang

Motegi – MotoGP Jepang akan digelar akhir pekan ini. Valentino Rossi, yang punya catatan bagus di sana, bertekad membuktikan kebangkitan Yamaha.

Rossi punya rekor empat kemenangan di Jepang, dengan rincian tiga era MotoGP dan sekali di kelas 500cc. Sekali kemenangannya didapat bersama Yamaha pada musim 2008.

Selain itu, Rossi juga tujuh kali meraih hasil runner up dan dua kali finis ketiga di MotoGP Jepang. Catatan itu menjadi modal penting Yamaha menuju balapan akhir pekan nanti.

Yamaha sendiri baru saja mengakhiri rangkaian laju buruk di MotoGP Thailand. Maverick Vinales yang mengakhiri catatan buruk itu dengan finis ketiga.

Podium Vinales itu mengakhiri catatan buruk Yamaha yang tak lagi naik podium sejak seri MotoGP Republik Ceko. Tak ayal, kebangkitan Yamaha di Thailand harus masih diuji lagi.

Rossi, yang punya catatan oke di Sirkuit Motegi, bertekad membuktikannya dalam race MotoGP Jepang, Minggu (21/10/2018). Ia berharap bisa membuktikan jika motornya sudah mampu bersaing kembali.

“Saya datang ke Jepang dengan merasa cukup optimis bahwa saya bisa kuat di sini juga. Biasanya Motegi adalah trek yang bagus untuk saya, saya menyukainya,” ucap Rossi dilansir dari situs resmi MotoGP.

“Saya berharap balapan ini akan berlangsung kering karena tahun lalu adalah mimpi buruk, itu balapan basah. Kami akan melihat apa yang terjadi pada tiga balapan yang akan datang, bukan hanya yang satu ini di Jepang. Jika kami benar-benar meningkatkan motor di race terakhir (Thailand), kami harus kompetitif di tiga balapan berikutnya,” tegasnya.

(yna/mrp)

LCR Pertahankan Nakagami di 2019

Motegi – Jelang MotoGP Jepang, Takaaki Nakagami, mendapatkan kabar gembira. Nakagami masih akan berduet dengan Cal Crutchlow di LCR Honda untuk musim depan.

Rider Jepang berusia 26 tahun itu tengah melakoni musim debutnya di MotoGP. Nakagami mampu menyumbang 18 poin di tujuh dari 14 balapan yang telah dilakoni dan kini menempati posisi 18 klasemen sementara.

Pencapaian terbaik Nakagami dilakukan saat finis keduabelas di MotoGP Spanyol dan Aragon. Laju ini sudah cukup meyakinkan LCR untuk melanjutkan kerjasama dengan Nakagami. “Yang pertama, aku sangat gembira bisa melanjutkan dengan tim LCR Honda IDEMITSU di 2019,” ucap Nakagami, dilansir MotoGP.com.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada sponsor kami dan tim yang sudah mempercayai skillku dan menyediakan sebuah paket teknik yang kompetitif. Tim ini sangat profesional dan aku tidak bisa lagi meminta lebih banyak untuk musim debutku di kelas primer.”

“Aku tidak sabar lagi untuk memulai musim baru sekaligus aku sangat fokus di balapan kandangku di Motegi, dan balapan-balapan terakhir di musim 2018.”

Tonton juga ‘Detik-detik Lorenzo Terpental dan Mencium Aspal di GP Aragon’:

[Gambas:Video 20detik]

(rin/nds)

Marquez Menatap Rekor Mick Doohan di MotoGP Jepang

Jakarta – Rider Repsol Honda Marc Marquez di ambang mengunci titel juara dunia di MotoGP Jepang. Gelar juara itu akan mensejajarkan Marquez dengan Mick Doohan.

Dengan keunggulan 77 poin dari Andrea Dovizioso dan empat balapan sisa, Marquez cuma butuh finis di depan rival terdekatnya itu untuk meraih gelar juara MotoGP 2018. Rider Honda Repsol itu bahkan bisa saja juara apabila gagal finis, selama Dovizioso hanya mengantongi maksimum dua poin dan Valentino Rossi tidak memenangi balapan di Motegi.

Rekor Marquez di Jepang memang tak mentereng-mentereng amat. Pebalap berusia 25 tahun itu cuma sekali menang (2016), namun sukses tiga kali finis kedua dalam lima gelaran terakhir.



Apabila benar-benar bisa mengunci gelarnya di Jepang, Marquez akan mengoleksi lima gelar juara dunia. Sebelumnya, Marquez menjadi kampiun di 2013, 2014, 2016, dan 2017.
Torehan itu menandai bahwa Marquez menyamai rekor lima gelar juara milik Doohan, yang diraih secara berturut-turut pada 1994-1998. Marquez turut akan naik ke peringkat ketiga pemegang titel juara kelas primer terbanyak di belakang Giacomo Agostini (8) dan Rossi (7).

Doohan meyakini tahun ini tidak akan jadi gelar juara dunia terakhir Marquez. Mengingat usianya yang masih muda.

“Talentanya menjalankan dengan cara yang luar biasa dengan mencapai pole position dan banyak kemenangan. Saya pikir dia tidak akan berhenti di gelar kelima. Dia akan terus berlanjut,” ucap dia pada akhir pekan lalu.

(rin/nds)

Marquez Di Ambang Juara MotoGP 2018, Doohan: Dia Takkan Berhenti di Titel Kelima

Jakarta – Marc Marquez di ambang gelar juara dunia MotoGP 2018. Pebalap legendaris Mick Doohan yakin Marquez masih akan bisa meraih titel lebih banyak lagi.

Kemenangan di MotoGP Thailand semakin membuat rider Honda Repsol itu kukuh di puncak klasemen. Marquez kini mengoleksi 271 poin, unggul 77 poin dari rival terdekatnya pebalap Ducati Andrea Dovizoso.

Dengan demikian, Marquez hanya membutuhkan 23 poin di empat balapan untuk memastikan gelar juara dunia kelas primer kelima, menyamai rekor Doohan. Mengingat poin maksimal yang bisa diraih Dovizioso adalah 294 hingga seri terakhir di Valencia.


Pebalap Spanyol berusia 25 tahun itu memungkinkan mengunci gelar juara di MotoGP Jepang, 21 Oktober. Momen itu akan lebih spesial karena Honda akan menjalani balapan kandangnya.
Doohan hanya bisa menyanjung tinggi Marquez atas prestasinya. “Dia adalah sesuatu yang luar biasa terutama karena dia punya talenta yang besar,” sahut mantan pebalap top di era 90an itu.

“Talentanya menjalankan dengan cara yang luar biasa dengan mencapai pole position dan banyak kemenangan. Saya pikir dia tidak akan berhenti di gelar kelima. Dia akan terus berlanjut,” lanjut Doohan kepada Movistar TV, yang dikutip Tuttomotoriweb.

Doohan berharap Marquez akan meniru rivalnya, Valentino Rossi, terkait kelangsungan kariernya. Menurut Doohan, Marquez masih bisa balapan hingga 10 tahun ke depan.

“Marc baru berusa 25 tahun. Kalau kita melihat Rossi yang saat ini usianya 39 tahun, saya pikir dia (Marquez) masih mempunyai karier yang panjang,” lanjut Doohan. “Anda memang tidak pernah tahu, tapi kariernya masih bisa berjalan 10 tahun lagi.”

(rin/rin)

Rider MotoGP Paling Sering Crash Musim Ini Adalah…Marc Marquez

Jakarta – MotoGP 2018 tinggal menyisakan empat seri lagi. Selain memuncaki klasemen pebalap, Marc Marquez ternyata juga memuncaki daftar pebalap paling sering crash.

Menurut data dari Marca, hingga balapan di MotoGP Thailand di akhir pekan lalu Marquez sudah jatuh 17 kali. Dia menjadi rider MotoGP yang paling sering tersungkur dari tunggangannya.

Jika dihitung dengan rider di tiga kelas lainnya, Marquez jadi pebalap ketiga yang paling sering jatuh. Posisi pertama daftar ini ditempati dua rider Moto2, Stefano Manzi (28 kali jatuh) dan Sam Lowes.

Kembali ke kelas MotoGP, posisi kedua daftar pebalap paling sering jatuh adalah Cal Crutchlow (16 kali) dan Alvaro Bautista (14 kali).

Berikut daftar pebalap MotoGP yang paling sering jatuh di musim ini:

Marc Márquez 17
Cal Crutchlow 16
Álvaro Bautista 14
Xavier Simeon 12
Takaaki Nakagami 12
Pol Espargaró 11
Tom Luthi 11
Álex Rins 10
Karel Abraham 10
Tito Rabat 10
Scott Redding 9
Jack Miller 9
Aleix Espargaró 8
Franco Morbidelli 8
Dani Pedrosa 7
Bradley Smith 7
Hafizh Syahrin 7
Andrea Iannone 6
Jorge Lorenzo 6
Johann Zarco 6
Valentino Rossi 5
Andrea Dovizioso 3
Danilo Petrucci 3
Maverick Viñales 2 (din/yna)

Rossi Tak Cemas, Meski Marquez Berpotensi Lewati Rekor-rekornya

Jakarta – Sejak debut di MotoGP Marc Marquez sulit dihentikan. Valentino Rossi tak masalah apabila Marquez nantinya bisa melewati rekor gelar juara dan kemenangannya.

Marquez mulai beraksi di kelas primer pada 2013, mengisi kursi pebalap Honda Repsol yang ditinggalkan Casey Stoner. Rider Spanyol itu melaju dengan sensasional untuk meraih gelar juara dunia pertamanya.

Dominasi Marquez berlanjut. Pebalap berusia 25 tahun itu memenangi tiga dari empat musim berikutnya dan tengah menuju gelar juara dunia MotoGP kelimanya di 2018.



Marquez mengancam rekor Rossi yang memiliki tujuh titel juara dunia MotoGP. Dengan total 42 kemenangan, Marquez memang masih tertinggal jauh dari seniornya itu yang mengoleksi 89 kemenangan.

Meski demikian, Marquez memiliki potensi melampaui torehan kemenangan Rossi mengingat usianya yang masih muda.

“Kurasa Marquez bisa saja mengalahkan rekor-rekorku, tapi tidak ada gunanya khawatir,” ungkap Rossi, yang dilansir GPOne.

“Aku hanya harus memikirkan karierku sendiri dan sejauh ini hebat. Aku sudah menang banyak sekali dan masih bisa menang lagi.”

Balap MotoGP akan berlanjut di Jepang, 21 Oktober. Rossi kini menempati peringkat ketiga klasemen dengan 172 poin, tertinggal 99 poin dari Marquez yang akan mengunci gelar juaranya andai bisa memenangi balapan di Motegi.

Simak Juga ‘Panas! Rossi Tolak Jabat Tangan Marquez Saat Jumpa Pers’:

[Gambas:Video 20detik]


(rin/cas)

Penabrak Nicky Hayden Divonis Penjara Setahun

Jakarta – Nicky Hayden meninggal dunia usai mengalami kecelakaan tahun lalu. Kini, penabrak juara dunia MotoGP 2006 itu divonis hukuman penjara selama satu tahun.

Seperti diwartakan Autosport, penabrak Hayden, yang tidak disebutkan namanya dalam pengadilan, dinyatakan bersalah atas kecelakaan yang menimpa Hayden, 17 Mei 2017. Ia dituntut setahun sampai dua tahun penjara.

Hakim Vinicio Canatarini akhirnya memvonis pengemudi itu, yang diketahui berusia 31 tahun, dengan hukuman penjara selama satu tahun. SIM si penabrak Hayden juga ditarik dan ia mesti membayar persidangan.

Dalam proses pengadilan, si pengemudi diklaim menabrak Hayden, yang sedang bersepeda, dengan mobil Peugeot 206 di jalan Rimini dengan kecepatan 70 km/jam. Padahal batas kecepatan di jalan raya sana hanya boleh sampai 50 km/jam.

Seorang saksi memberatkan si pengemudi dengan pernyataan yang menyebut Hayden bisa saja terhindar dari kecelakaan andai si pengemudi membawa mobilnya dengan kecepatan 20 km/jam.

Pengacara si pengemudi sempat mengatakan insiden juga disebabkan karena Hayden tidak berhenti di rambu STOP dan bersepeda sambil mendengarkan musik.

Namun laporan kecelakaan resmi menghubungkan 30% kesalahan ada pada pengemudi mobil. Selain itu, ada bukti dari CCTV rumah terdekat yang merekam kecelakaan fatal itu.

Akibat kecelakaan itu, Hayden kritis selama beberapa hari sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Kepergian juara dunia MotoGP asal Amerika Serikat itu membuat dunia olahraga berduka.

(yna/din)